Anies sebut Indonesia butuh komunikasi jaga persatuan

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai semua elemen perlu membangun komunikasi yang sehat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta komitmen memerangi informasi bohong atau hoaks.

“Substansinya sangat mendasar, kita butuh jaga persatuan dan komunikasi semua pihak,” kata Anies usai menghadiri Harlah Muslimat NU, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan kunci utama jaga persatuan adalah membangun komunikasi yang sehat antar semua pihak.

Menurut dia, komunikasi yang baik itu juga dalam rangka memerangi informasi bohong atau hoaks yang ada di masyarakat.

“Salah satu pilarnya bangun komunikasi yang sehat semua pihak dan menjaga konten komunikasi utamanya dalam memerangi hoaks,” ujarnya.

Sebelumnya, Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama ke-73 digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Kerja.

Para menteri yang mendampingi presiden antara lain Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkopolhukam Wiranto, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Desa Eko Putro Sandjojo.

Rangkaian acara Harlah Muslimat NU dimulai sejak Minggu dini hari diisi dengan shalat tahajud, istighasah, pemecahan rekor MURI Khataman Alquran dan tari Sufi oleh 999 peserta secara serentak.

Dalam acara itu juga dideklarasikan anti hoaks, fitnah dan ghibah yang dipimpin oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa.

Deklarasi yang dinamakan “Deklarasi Anti Hoaks, Fitnah, dan Ghibah” itu berisi empat poin yang dibacakan oleh Khofifah dan diikuti oleh ratusan ribu anggota muslimat yang hadir di tempat tersebut.

Baca juga: Khofifah dan Yenny temui Anies terkait Harlah Muslimat NU
Baca juga: Presiden ajak muslimat NU untuk jaga persatuan

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Close Menu