Gubernur Kepri dorong orang tua biasakan anak ke masjid

Batam, (ANTARA News) – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mendorong agar orang tua membiasakan mengajak anak-anaknya ke masjid, agar daerah tersebut memiliki generasi yang selalu mengingat Allah SWT.

“Ajak anak-anak sejak dini, senantiasa membiasakannya ke masjid, karena kelak nanti mereka akan terbiasa untuk datang ke masjid dengan sendirinya,” katanya di Batam, Minggu.

Menurut dia, banyak manfaat yang dapat dipetik dari kebiasaan datang ke rumah ibadah, di antaranya memakmurkan masjid dan menjalin silatirahmi dengan sesama muslim.

Silaturahmi, kata gubernur, dapat memperpanjang usia dan memudahkan rezeki. Karenanya ia berpesan agar masyarakat terus menjalin ikatan silaturahmi.

“Ukhwah Islamiyah juga penting. Sebagai umat, semua bisa mengokohkan fondasi agama dan menjalin kerukunan dengan umat lainnya,” kata dia.

Gubernur juga mengajak kaum Muslim terus menjalankan ibadah berjamaah, agar mendapatkan pahala berlipat, sekaligus menjaga kemakmuran masjid.

“Banyak sekali manfaat dan rahasia yang tersembunyi dalam pelaksanaan ibadah Shalat Subuh berjalaah, salah satunya ialah bahwa kita orang yang sukses dalam menjalankan ibadah di dunia dan mengutamakan akhirat daripada duniawi,” katanya.

Gubernur mengajak umat Islam terus membangun mental spiritual bersama-sama. Satu di antaranya dengan lebih meningkat dan mendekatkan diri kepada Allah agar mendapat ketentraman dalam kehidupan dirasakan.

“Senantiasalah bersyukur akan nikmat yang diberikan Allah SWT, sehingga akan mendapat tambahan rezeki. Tetapi apabila kita ingkar dan lupa maka azab Allah menanti,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat membangun Kepri menjadi provinsi dengan warga yang berakhlak karimah dan selalu berpegang teguh pada Al Quran.

“Laksanakanlah ibadah kepada Allah hanya semata-mata untuk mendapat ridho dan keberkahan bukan pujian dari manusia,” demikian¬†Nurdin Basirun.

Baca juga: Gubernur Kepri kunjungi 100 masjid selama Ramadhan

Baca juga: Bank Riau-Kepri santuni anak yatim

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Close Menu