Kodim Pamekasan terjunkan personel TNI ke lokasi bencana

Pamekasan (ANTARA News) – Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur menerjunkan personelnya ke lokasi bencana angin kencang di Desa Tampojung Pregi, Kecamatan Waru, Minggu malam.

“Selain dari Komaril setempat, Kodim 0826 Pamekasan juga telah menginstruksikan personel dari Markas Kodim Pamekasan terjun ke lokasi bencana,” kata Kasi Intel Kodim 0826 Pamekasan Kapten Darminto di Pamekasan.

Personel TNI yang diterjunkan ke lokasi bencana angin kencang yang terjadi Minggu (27/1) sekitar pukul 17.00 WIB itu untuk membantu mengevakuasi warga yang rumahnya roboh dan membersihkan pepohonan tumbang di lokasi kejadian.

Mereka juga diminta untuk mencarikan tempat tinggal sementara warga yang rumahnya roboh, termasuk membuat tenda tanggap darurat apabila memang diperlukan.

“Personel yang diterjunkan kesana juga kita minta untuk melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya, menjelaskan.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang merobohkan rumah warga di Desa Tampojung, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Lokasi kejadian di Dusun Je`ah, Desa Tampojung Pregi, Kecamatan Waru, sekitar 40 kilometer kearah utara, Kota Pamekasan.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian materiel ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Selain merobohkan rumah warga di Dusun Je`ah, Desa Tampojung Pregi, Kecamatan Waru, Pamekasan, angin kencang yang melanda Pamekasan, Minggu sore itu, juga memutus jaringan listrik di wilayah itu.

Sementara itu, berdasarkan catatan Antara, hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Pamekasan kali ini bukan yang pertama kali.

Pada 16 Januari 2019, kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Kota, Pamekasan dan merobohkan sejumlah pepohonan dan memutus aliran lstrik.

Peristiwa kedua, terjadi pada 23 Januari 2019 di Kecamatan Pademawu, Pamekasan hingga menyebabkan aliran listrik putus dan pepohonan tumbang hingga menutup akses jalan raya.

Budi Cahyono menyatakan, berdasarkan prakiraan Badan Metereologi Klimatolagi dan Geofisikan (BMKG) cuaca buruk masih berpotensi akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

“Oleh karena itu, masyarakat hendaknya waspada. Jika terjadi angin kencang, segere keluar rumah, jangan hanya diam di dalam rumah, khawatir pohon-pohon yang ada di sekitar pekarangan rumah roboh,” katanya.

Baca juga: Belasan rumah porak poranda disapu puting beliung

Baca juga: Puting beliung rusakkan 15 rumah di Langkat

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Close Menu