Yenny sebut Harlah Muslimat tunjukkan “Noisy Majority” cinta damai

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Panitia Pelaksanaan Maulidurrasul dan Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama ke-73 Yenni Wahid mengatakan peringatan harlah menunjukkan kehadiran mayoritas masyarakat bersuara atau “noisy majority” yang merindukan Islam cinta damai.

“Hari ini menunjukkan bahwa masyarakat merindukan Islam cinta damai,” kata Yenny usai peringatan Harlah Muslimat di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan kehadiran ribuan Muslimat NU menunjukkan kelompok yang selama ini disebut “silent majority”, saat ini sudah tidak diam lagi.

Menurut dia, warga Muslimat NU telah menjadi mayoritas masyarakat bersuara atau “noisy majority” yang menyuarakan Islam cinta damai.

“Kalau ada yang mengatasnamakan umat namun justru mengajarkan ujaran penuh kebencian dan radikalisme maka hari ini menunjukkan bahwa masyarakat merindukan Islam cinta damai,” ujarnya.

Yenny menilai ratusan ribu Muslimat NU yang datang dalam Harlah tersebut menunjukkan sebagian besar umat Islam di Indonesia adalah orang yang cinta damai, toleran dan moderat.

Namun Yenny enggan menyebut bahwa kehadiran ratusan ribu warga Muslimat NU itu sebagai unjuk kekuatan kaum perempuan pendukung calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo.

“Kalau saya mendukung Jokowi, seorang ibu yang mendukung Jokowi,” katanya.

Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama ke-73 digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja.

Para menteri yang mendampingi presiden antara lain Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkopolhukam Wiranto, dan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo.

Rangkaian acara Harlah Muslimat NU dimulai sejak Minggu dini hari diisi dengan solat tahajud, istighasah, pemecahan rekor MURI Khataman Al Quran dan tari Sufi oleh 999 peserta secara serentak.

Dalam acara itu juga dideklarasikan anti hoaks, fintah dan ghibah yang dipimpin oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa.

Deklarasi yang dinamakan “Deklarasi Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah” itu berisi empat poin yang dibacakan oleh Khofifah dan diikuti oleh ratusan ribu anggota Muslimat yang hadir di tempat tersebut.

Baca juga: Yenny Wahid ingat neneknya saat terlibat Harlah Muslimat NU
Baca juga: Yenny Wahid sebut Muslimat NU kukuhkan manhaj Aswaja

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Close Menu